Stay in The know

Me & Mind

Begini Kisah di Balik Seramnya Badut

Begini Kisah di Balik Seramnya Badut

Simak kisah perjalanan karakter badut yang seram.

Durasi baca : 1 menit 15 detik.


Berwajah putih, bibir dipulas merah lebar dan hidung berbentuk bulat merah merupakan ciri khas seorang badut. Tidak hanya itu, biasanya badut juga memiliki rambut yang warna-warni dan pakaian berukuran besar dengan perut buncit. Terlihat lucu ketika dibayangkan, namun saat ini banyak anak yang takut akan melihatnya. Sebuah penelitian di University of Sheffied tahun 2008 menemukan bahwa banyak anak yang berusias 4 – 16 tahun tidak menyukai badut. Sebagian dari mereka mengatakan bahwa badut merupakan sosok yang menakutkan dan sebagian lagi tidak bisa mengemukakan alasannya. Berikut GLITZMEDIA.CO jelaskan secara singkat perjalanan badut dengan karakter menyeramkan namun dikemas dalam sebuah komedi.


SEJARAH MENYERAMKAN BADUT

Ternyata badut memiliki sejarah yang berevolusi dari sosok yang memang menyeramkan. Karakter badut sebelumnya bernama Harlequin adalah karakter sebuah pertunjukan teater komedi Italia, Dell’arte. Karakter ini dibuat menggunakan kostum kotak-kotak, berwarna-warni dengan wajah yang tertutup topeng. Menurut kisahnya, Harlequin pada abad ke-16 saat itu menjadi sosok pelayan yang cekatan, cerdik dan selalu berusaha menggagalkan rencana majikannya untuk kepentingan pribadi. Arti Harlequin memiliki beberapa penafsiran. Pertama ada yang menyebutkan bahwa Harlequin berasal dari nama seekor burung, Harle. Ada yang menyebutkan juga nama tersebut berasal dari bahasa Perancis kuno yaitu Hallequin yang menjadi karakter setan atau jahat dalam sebuah pementasan drama di Prancis. 



(Foto: Buzzfeed.com)


PERUBAHAN KARAKTER BADUT

Ketika abad ke-18, bintang pantomim Inggris bernama Joseph Grimaldi sedikit mengubah karakter Harlequin menjadi Clown. Kostum Clown masih sama-sama menggunakan topeng, namun bedanya topeng Clown merupakan riasan wajah berwarna putih dan pipi yang dibuat memerah. Grimaldi menciptakan karakter Jocy dan dikenal dengan sosok yang tidak hanya jenaka, namun juga memainkan perasaan penonton melalui ekspresi sedih atau takut. Clown juga digunakan dalam sirkus-sirkus yang berhasil membuat orang tertawa hingga beberapa dekade setelahnya. Selain berarti badut “Clown” dalam Bahsa Inggris juga merujuk pada sosok yang bodoh.



(Foto: Playbuzz.com)

  • PAGE
  • 1
  • 2

You Might Also LIke