Stay in The know

Motherhood

3 Gangguan Psikologis yang Menyerang Ibu Pasca Melahirkan

3 Gangguan Psikologis yang Menyerang Ibu Pasca Melahirkan

Kenali perbedaan dari 3 gangguan psikologis ini.

Durasi baca: 1 menit 10 detik.


Gangguan psikologis tidak hanya menyerang mereka yang mengalami tekanan, tetapi juga rentan terjadi pada ibu pasca melahirkan. Menurut Vera Itabiliana, selaku psikolog klinis, sebanyak 20% perempuan di negara berkembang seperti Indonesia mengalami depresi. Kasus kematian pada bayi bisa menjadi salah satu akibat dari timbulnya gangguan psikologis ini. Sebelum berbicara lebih jauh, ada baiknya Anda menyimak 3 jenis depresi yang kerap mengintai para ibu.


BABY BLUES

Menurut Vera, kondisi ini memiliki persentase yang paling besar daripada sindrom lainnya. Sekitar hampir 80% perempuan di dunia mengalami baby blues. Ibu yang menderita gangguan psikologis jenis ini biasanya sulit mengontrol emosinya sehingga mudah naik dan turun. Mereka lebih mudah tersinggung, marah, dan menangis tiba-tiba tanpa pemicu yang jelas. Namun, keadaan ini masih tergolong normal dan biasanya berjalan sekitar 2 minggu sampai 1 bulan.


POSTPARTUM DEPRESSION

Saat seseorang menderita baby blues sebaiknya segera melakukan terapi, karena jika tidak maka Anda bisa masuk ke fase lebih serius, yakni postpartum depression. Pasien akan mengalami rasa cemas secara berlebihan, selalu merasa bersalah, muncul pikiran tidak mampu mengurus anak dengan baik, tidak mau menyusui, menghindar dan menjauh dari bayinya, hingga adanya keinginan untuk bunuh diri. Penderita postpartum depression memiliki jangka waktu lebih lama saat proses penyembuhan, yakni minimal 1 tahun.


  • PAGE
  • 1
  • 2

You Might Also LIke