Stay in The know

Motherhood

Mengupas Mitos Soal Pemberian Susu Pada Anak

Temukan jawabannya dalam 90 detik.

Mengupas Mitos Soal Pemberian Susu Pada Anak

Temukan jawabannya dalam 90 detik.


Jika sudah berurusan dengan anak, banyak mitos yang berkembang di masyarakat. Salah satu yang paling membingungkan adalah pemilihan susu yang tepat.  Ada beberapa permasalahan yang sering terjadi terutama bagi Anda yang baru memiliki anak pertama. Sebagian anak mengalami alergi laktosa, sebagian lagi tidak menyukai susu, sebagian orangtua bahkan tidak memahami mana susu yang tepat untung menemani pertumbuhan si kecil.


Berdasarkan pada kondisi ini, GLITZMEDIA.CO mencoba menelaah kembali mitos yang berkembang dan merangkum klarifikasi beserta penelitian yang membuktikannya.


SUSU SEGAR LEBIH BAIK DARI UHT

Tidak hanya di Indonesia, masyarakat di negara maju bahkan masih sering kebingungan dengan pemilihan antara susu segar atau UHT. Menjawab rasa dilema, Sarah Sinaram selaku ahli gizi asal Raffles Diabetes & Endocrine Centre mengungkapkan bahwa tidak ada yang berbeda jika Anda menilik dari sisi nilai gizi. “It’s more a matter of shelf life and price,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa setiap orangtua perlu memerhatikan kembali kandungan gizinya karena para prodesen sering menambahkan nilai gizi untuk memberi manfaat lebih untuk anak.



CUKUP SEGELAS SUSU PERHARI

Ketika memasuki usia TK—sekitar 3 hingga 6 tahun—konsumsi susu biasanya mulai berkurang. Sebagian orangtua juga berpendapat bahwa segelas susu perharinya sudah cukup memenuhi kebutuhan nutrisi anak. Padahal berdasarkan penelitian oleh Lim Sut Yee dari National Healthcare Group Polyclinics, anak usia 2 – 7 tahun membutuhkan 2 gelas susu perhari atau setara dengan 500ml. Ketika anak memasuki usia 7 – 10 tahun, mereka membutuhkan 61% dari jumlah tersebut perharinya.

You Might Also LIke