Stay in The know

Me & Mind

Mengapa Berat Badan Turun Drastis saat Depresi?

Ini alasan mengapa bobot tubuh bisa berkurang saat menderita depresi

Mengapa Berat Badan Turun Drastis saat Depresi?

Ini alasan mengapa bobot tubuh bisa berkurang saat menderita depresi

Buruknya suasana hati yang berkepanjangan merupakan pemicu depresi. Sayangnya, bukan hanya kesehatan mental saja yang terganggu, depresi juga memengaruhi kesehatan fisik. Salah satu tanda paling kentara ketika seseorang mengalami depresi adalah penurunan berat badan yang drastis. Lalu, apa sebenarnya alasan sese

orang cenderung kehilangan bobot tubuhnya ketika depresi?


Sulit Tidur

Kesulitan tertidur lelap pada malam hari sering dialami oleh penderita depresi. Kebiasaan ini terbukti berkaitan erat dengan kehilangan bobot tubuh. American Dietetic Association mengungkap bahwa kalori yang terbakar ketika Anda terjaga pada jam tidur lebih besar dibanding kalori yang dibakar saat tertidur. Pembakaran kalori dalam jumlah besar ini tentu saja memengaruhi berat Anda. Ditambah lagi banyak penderita depresi yang mengalami gangguan pola makan.


Gangguan Pola Makan

Suasana hati yang kurang stabil cenderung membuat seseorang kehilangan selera makan. Parahnya, kondisi ini seringkali memicu terjadinya bulimia. Penyebabnya dari rasa mual yang timbul setelah mengonsumsi makanan, akibat tidak adanya selera makan. Hal tersebut yang memicu penderita depresi untuk mengeluarkan makanan secara paksa. Gangguan pola makan yang terus menerus ini tentu saja memengaruhi berat tubuh Anda tanpa disadari.


Efek Samping Anti-Depresi

Beberapa anti-depresi memberikan efek samping pada sistem pencernaan. Anti-depresi yang mengandung selective serotonin reuptake inhibitor memang berfungsi meningkatkan hormon serotonin pada tubuh. Tetapi jika kelebihan hormon ini, maka ada efek samping pada tubuh. Salah satunya terjadi diare pada orang yang mengonsumsi. Dengan kondisi ini, sulit rasanya mempertahankan jarum timbangan.


Jika salah satu teman atau kerabat Anda terlihat mengalami depresi, sebaiknya ajak mereka bicara dan utarakan hal-hal positif yang bisa memperbaiki mood. Jangan segan untuk meminta bantuan psikolog demi kesehatan mental yang lebih baik.

(Nisa Rahtio, foto: Aditya Virmana)

You Might Also LIke