Stay in The know

Glitz Journal

Diskusi Tentang Diskriminasi dan Pelecehan Terhadap Perempuan Bersama Yacko

Diskusi Tentang Diskriminasi dan Pelecehan Terhadap Perempuan Bersama Yacko

Ini hasil bincang hangat GLITZMEDIA.CO bersama Yacko.

Senja hadir di Jakarta bersama dengan riuh tepuk tangan akan hasil karya Yacko, Mardial, dan Jovan Arvisco melalui klip “Hands Off”. Melibatkan 21 perempuan, video klip tersebut nampak seperti ungkapan kemarahan pada para pelaku pelecehan seksual terhadap perempuan. Kagum sekaligus merinding, menjadi kesan pertama usai menyaksikannya.

Dalam suasana euforia karena bangga atas hasil karyanya, Yacko menyempatkan diri duduk bersama saya sambil bertukar pikiran. Ucapan selamat langsung terlontar dan dia menyambut hangat dengan pelukan. Sebuah pertanyaan mengalir begitu saja dari bibir, “Apa yang menjadi pemicu terciptanya karya ini?

Santai dalam balutan kaus berwarna putih, ia menjawab, “Sudah banyak banget kasusnya dan saya sendiri pernah mengalaminya—dilecehkan saat sedang ‘manggung’ (tampil di suatu acara). Sebagai perempuan, saya juga mau punya pengalaman body surfing atau crowd surfing. Tapi saat berlangsung, justru saya bukannya ditopang tetapi diremas!” ungkapnya geram. “Dari situ saya jadi punya penilaian bahwa banyak laki-laki yang menjadikan perempuan hanya sebagai objek.

Ia kembali menyandarkan punggungnya pada sofa, mencoba lebih santai—lebih tepatnya tenang. Pembicaraan menyambung pada diskriminasi terhadap perempuan di Indonesia. Bagi ibu dari Alana ini, diskriminasi di Indonesia sudah terjadi sejak seseorang masih kecil. Ia mendapat perlakuan bahkan hak yang berbeda hanya karena terlahir sebagai perempuan. “Dari kecil pasti sudah merasakan perbedaannya. Saat sudah dewasa, banyak sekali perempuan yang mendapat rate gaji berbeda dengan laki-laki meski di posisi yang sama. Bahkan, ada juga perusahaan yang tidak akan mengangkat jabatan perempuan ke top manager—hanya karena ia terlahir perempuan dan dianggap tidak mampu,” katanya, sambil sesekali menaikkan alis karena lelah dengan kondisi seperti ini—bukan atas perjuangan.

  • PAGE
  • 1
  • 2

You Might Also LIke