Stay in The know

Career & Money

Memahami Kewajiban Pajak Tahunan Sebelum Berinvestasi

Memahami Kewajiban Pajak Tahunan Sebelum Berinvestasi

Menaati bayar pajak tahunan dengan pedoman ini.


Berinvestasi bukan hanya berbicara soal aset semata, tetapi juga kewajiban pajak yang harus terbayarkan setiap tahunnya. Jangan sampai usaha Anda terhenti di tengah jalan, karena adanya indikasi tidak taat pajak dan membuat aset disita oleh negara. Oleh karena itu, penting bagi Anda mengetahui berapa jumlah pajak yang harus terbayarkan tiap tahunnya, bergantung pada jenis investasinya.


Properti

Anda akan dikenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 10% dari modal awal. Selain itu, terdapat Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB)—untuk investasi tanah, rumah, dan ruko—yang harus ditanggung sebesar 2,5 % dihitung dari nilai transaksi. Untuk properti berbentuk apartemen, Anda harus membayar Hak Guna Bangunan (HGB) sebesar 5%.  Sertifikat HGB ini berlaku selama 30 tahun. 

Bila nilai properti Anda memenuhi kriteria barang mewah—seperti rumah mewah, kondominium hingga town house seluas 150 m2 atau lebih—dengan harga jual bangunan IDR 4 juta per m2, akan dikenakan 20% Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM). Kebijakan tersebut ada pada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor: 35/PMK.010/2017. Untuk pembayaran setiap tahun Anda akan dikenakan biaya Pajak Bumi Bangunan (PBB) tergantung pada luas tanah dan bangunan.


Obligasi Ritel

Obligasi ritel merupakan investasi yang menggunakan surat utang dari perusahaan swasta atau pemerintah dengan jangka waktu selama 1 tahun. Anda dapat mencantumkan nominal minimal sebesar 5 juta hingga 5 miliar rupiah—dihitung setiap kelipatan 5. Surat utang dapat Anda perjualbelikan di dalam pasar modal. Nantinya, hasil penjualan tersebut akan dikenakan pajak sebesar 15% dari harga jual.

  • PAGE
  • 1
  • 2

You Might Also LIke