Stay in The know

Motherhood

Ini yang Terjadi Jika Anak Kekurangan Gula

Dampak buruk yang terjadi saat anak kekurangan gula.

Ini yang Terjadi Jika Anak Kekurangan Gula

Dampak buruk yang terjadi saat anak kekurangan gula.


Pola asuh orangtua sangat berpengaruh besar terhadap tumbuh kembang anak. Jika sejak kecil mereka sudah terbiasa mengonsumsi makanan ataupun minuman manis maka rutinitas itulah yang akan mereka bawa hingga dewasa kelak. Menurut Dr. dr. Saptawati Bardosono, MSc, selaku medical nutritionist expert, anak sebaiknya hanya mengonsumsi 5 – 10 sendok teh gula dalam satu hari. Jika melebihi takaran tersebut maka bisa membawa mereka pada obesitas hingga diabetes. Namun sebaliknya, saat tubuh kekurangan gula maka anak akan berpeluang terkena hipoglikemia—kadar gula rendah hingga beberapa risiko lainnya seperti berikut ini.


Hilangnya Konsentrasi

Gula merupakan salah satu sumber energi. Jika asupan gula darah di dalam tubuh kurang, maka anak akan sulit berkonsentrasi ataupun fokus ketika belajar. Hal ini bisa berpengaruh buruk pada kondisi psikologis anak. Dirinya bisa menjadi lebih sensitif, mudah tersinggung, hingga depresi akibat mendapatkan cemooh dari teman-temannya.


Terkena Hipoglikemia

Hipoglikemia terjadi jika kadar gula darah berada di bawah 50 mg/dL. Akibatnya sel otak dan otot tubuh tidak dapat berfungsi dengan baik. Hal ini dapat berdampak pada kondisi badannya yang mudah lemas dan menurunnya kemampuan otak ketika menyerap makna dari apa yang lawan bicaranya katakan. Kondisi ini bisa terjadi pada anak baru lahir hingga mereka dewasa jika tidak segera mendapatkan pengobatan.


Tumbuh Kembang Anak Terganggu

Anak usia 0 – 7 bulan merupakan masa yang paling baik bagi tumbuh kembangnya. Artinya Anda memiliki peran besar untuk memberikan pengasuhan baik secara moral maupun fisiknya. Jangan sampai asupan makan yang mereka terima terlalu rendah gula, sehingga menghambar proses tumbuh kembangnya. Bagaimanapun anak membutuhkan gula sebagai sumber energinya.


Tubuh Menjadi Lemah

Kekurangan gula tidak hanya membuat anak sulit berkonsentrasi tetapi juga mudah lemas. Bahkan ketika kadar gulanya di bawah normal, maka tubuhnya akan mengalami perubahan denyut nadi yang kian cepat, bergetar, menggigil, hingga pingsan.


(Elizabeth Puspa, Foto: Levi Saunders/Stocksnap.io)

You Might Also LIke