Stay in The know

Career & Money

Ini Bedanya Antara Shopalogic dan Shopaholic

Shopaholic atau shopalogic, yang manakah Anda?

Ini Bedanya Antara Shopalogic dan Shopaholic

Shopaholic atau shopalogic, yang manakah Anda?

Bagi Anda yang gemar belanja sebaiknya mulailah mengatur perencanaan keuangan dengan tepat. Kebiasaan buruk perempuan yang umumnya terjadi adalah ketika Anda tengah mengalami stres. Sebagian orang mungkin melarikan diri untuk menyambangi restoran karena napsu makan meningkat, namun tidak jarang dari mereka yang justru menjadi kalap belanja. Tagihan kartu kredit menjadi kian membengkak dan tabungan teruras dalam waktu singkat.


Menurut Dra. A. Kasandra Putranto, selaku psikolog klinis forensik, “Ada dua tipe kepribadian seseorang saat belanja, yakni shopalogic dan shopaholic. Apa bedanya? Shopalogic adalah mereka yang secara pikiran, perasaan, maupun perbuatan cerdas. Maksudnya, orang tipe ini cenderung rasional ketika berbelanja. Mereka mampu memisahkan mana kebutuhan yang harus dibeli dan tidak. Sebaliknya, shopaholic adalah mereka yang terbiasa kalap ketika berbelanja. Bahkan hal yang tidak penting pun Anda beli dan merasa terpuaskan saat keinginan tersebut sudah tersalurkan”.


Perempuan dan pria memiliki kemungkinan kalap belanja yang sama, namun perempuan cenderung lebih kuantitatif sedangkan pria pada kualitatif. “Anda biasanya suka membeli barang untuk anak, keluarga, suami, dan teman. Meskipun harganya tidak terlalu mahal tetapi jumlahnya banyak. Sebaliknya, kalau pria, biasanya mereka jarang belanja, namun sekali ada barang baru seperti kamera, mobil, gadget, dan sepeda lipat langsung membelinya,” tambahnya.


Psikologi seseorang menjadi sangat penting menentukan kepribadiannya. Orang yang memiliki kecerdasan emosi biasanya mampu mengontrol dirinya dengan baik, sedangkan mereka yang terbiasa hidup boros dan dibebaskan untuk membeli apapun sejak kecil, maka kepribadian itulah yang akan terbentuk di masa depan.


Oleh karena itu, ada baiknya edukasi pentingnya mengontrol keuangan bijak sudah dimulai sejak dini. Jangan sampai finansial keluarga tidak stabil dan merugikan banyak pihak, karena emosi yang labil.


(Elizabeth Puspa, Foto: Senivpetro / Freepik)

You Might Also LIke