Stay in The know

Intermezzo

Tema Ajang The Met Gala 2018 Timbulkan Kontroversi

Tema Ajang The Met Gala 2018 Timbulkan Kontroversi

Proyek penuh ambisi ini diprediksi akan menimbulkan kontroversi

Ajang The Met Gala selalu menjadi yang paling ditunggu dalam industri mode. Meskipun bertujuan untuk menggalang dana amal, tetapi penilaian terhadap penampilan tamu undangan menjadi pertunjukan utamanya. Setiap tahun pagelaran The Metropolitan Museum of Art’s Costume Institute ini selalu mengusung tema unik yang menantang. Para selebriti pun tampil berani dalam busana eksentrik hingga menimbulkan perbicangan publik.  

Sukses dengan puluhan tematik unik, tampaknya pihak The Met Gala semakin berani untuk mengusungkan konsep diluar ekspektasi. Menurut kabar yang beredar, “Fashion and Religion” akan menjadi tema besar ajang bergengsi ini tahun depan. Dilansir dari WWD.com, kabar tersebut diungkapkan oleh beberapa pihak yang turut berkontribusi dalam rapat penyelenggaraan. Meskipun belum terkonfirmasi dengan jelas, namun gagasan tersebut rupanya telah dibicarakan sebelum pameran tahun ini. 

Melihat banyaknya unsur keagamaan yang diimplementasikan para desainer Eropa, seperti; Jean Paul Gaultier, John Galliano dan Riccardo Tisci, tidak menutup kemungkinan bila tema tersebut benar terealisasi dalam The Met Gala 2018. Bahkan rumah mode Dolce & Gabbana serta Jeremy Scott pernah membawa grafik ikon umat Nasrani. Tidak ketinggalan  koleksi Prabal Gurung yang menyertakan Buddha ke atas panggung runway. Meski pelaku mode terkemuka menerapkan hal ini, namun tentu saja bisa menimbulkan pro & kontra, khususnya bagi negara non-liberal.

Jika rencana tema tersebut tetap berjalan, rasanya tidak sabar melihat penampilan para selebriti di hari Senin minggu pertama di bulan Mei tahun depan. Pasalnya, seorang sumber mengungkapkan bahwa The Met Gala 2018 akan menjadi proyek penuh ambisi, sehingga mungkin saja berpotensi menimbulkan kontroversi.

(Kissy Aprilia, foto: StyleCracker.com)

You Might Also LIke