Stay in The know

Me & Mind

Bukan Alasan, Berbelanja Merupakan Terapi Psikologis

Kepuasan psikologis dari membeli atau sekadar mencuci mata.

Bukan Alasan, Berbelanja Merupakan Terapi Psikologis

Kepuasan psikologis dari membeli atau sekadar mencuci mata.


Istilah "cuci mata" sering terlontarkan saat mengunjungi pusat perbelanjaan. Melihat satu persatu koleksi yang terpampag di etalase toko seolah menjadi kepuasaan tersendiri, khususnya bagi para perempuan. Namun siapa sangka bila hal tersebut merupakan sebuah terapi psikologis yang dapat dinikmati dengan mudah. 


Sebuah studi dari jurnal "Psychology and Marketing" menunjukan bahwa berbelanja dapat mengubah emosi diri menjadi lebih baik. Tidak hanya sementara, kegiatan tersebut memberikan dampak positif berkepanjangan. Responden menggunakan 'retail therapy' untuk beragam alasan. Berikut 4 manfaat berbelanja yang dapat dimanfaatkan sebagai terapi.


Meningkatkan Dukungan Otonomi

Penelitian mencatat bahwa mereka yang sedih dan merasa ketakutan tidak memiliki kendali atas lingkungan sekitar. Berbelanja merupakan salah satu mekanisme penanganan yang logis, karena mampu mengendalikan ke mana mereka pergi dan apa yang di beli. Saat merasa tidak mampu melakukan apapun terhadap kondisi hidup, berbelanja menjadi peralihan untuk mendukung kegiatan otonomi terhadap diri sendiri.


Persiapan Mental Dengan Visualisasi

Berbelanja dapat menjadi sumber untuk persiapan mental. Saat melakukanya, Anda akan memvisualisasikan bagaimana nantinya barang akan digunakan, sekaligus turut mencari relevansi terhadap kehidupan sehari-hari. Berbelanja membantu mempersiapkan transisi kehidupan, tidak hanya secara fungsional tetapi juga mental. 


Citra Diri Lewat Investasi Busana

Dalam penelitian studi "Journal of Consumer Research" mengemukakan bahwa konsumen menggunakan produk yang dibelanjakan untuk melindungi citra diri dari tanggapan negatif. Sebagai contoh, investasi sejumlah pakaian yang stylish dapat menunjang kepercayaan diri dengan menciptakan kesan yang baik. Namun bila hal itu terjadi, konsumen cenderung meningkatkan taraf konsumtif ke tingkat yang lebih tinggi sebagai sarana mengalihkan perhatian dari tanggapan negatif tersebut. 


Berbelanja Untuk Penyegaran Diri

Ahli psikologi konsumen asal Amerika Serikat, Kit Yarrow, berbagi hasil wawancaranya terhadap konsumen. Penelitian tersebut menemukan bahwa belanja daring dianggap sebagai salah satu jenis hiburan mental kecil. Menjelajahi situs demi situs belanja seolah menjadi cara untuk melepaskan diri dari dunia nyata, beristirahat dari segala tanggung jawab dalam dunia nyata. Namun pada dasarnya, seluruh kegiatan berbelanja dapat menjadi sesi penyegaran untuk diri sendiri. 


(Kissy Aprilia, foto: Aditya Virmana)


You Might Also LIke