Stay in The know

Motherhood

Bolehkah Ibu Penderita Anemia Memberikan ASI?

Penderita anemia boleh menyusui, asal memperhatikan panduan berikut.

Bolehkah Ibu Penderita Anemia Memberikan ASI?

Penderita anemia boleh menyusui, asal memperhatikan panduan berikut.


Beberapa ibu menyusui dapat terkena penyakit anemia defisiensi besi pasca melahirkan. Penyakit ini disebabkan tubuh kehilangan banyak darah selama persalinan, serta pola makan tidak teratur. Dengan begitu, tubuh kekurangan zat besi yang membuat kadar sel darah merah menjadi rendah dan penyebaran oksigen terhambat. Hal tersebut menyebabkan saluran ASI menjadi tersumbat yang dapat mengganggu produksi ASI tidak lancar.


Ibu penderita anemia defisiensi besi biasanya akan mengalami gangguan menstruasi akibat produksi hormon prolaktin yang tidak lancar. Padahal, hormon ini berfungsi mengatur siklus menstruasi dan produksi ASI. Melansir Babycenter.com, ibu penderita anemia defisiensi besi umumnya tidak akan mendapat menstruasi selama kurang lebih 6 bulan pasca melahirkan. Jarak kehamilan yang pendek—2 tahun kurang— serta melahirkan di atas 35 tahun menjadi salah satu alasan mengapa Anda terkena penyakit ini pasca melahirkan.


Ketika Anda menemukan gejala anemia saat hamil atau menyusui, tetaplah konsultasikan ke dokter. Namun, Anda tidak perlu berkecil hati, karena masih ada peluang untuk memberikan ASI eksklusif kepada bayi. Imbangi gaya hidup dan makan dengan cara yang tepat. Rajinlah mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi—minimal 9 miligram per harinya dan asam folat seperti daging sapi, hati sapi, bayam dan buah bit. Lengkapi pula dengan mengonsumsi suplemen penambah zat besi yang sesuai dengan resep dokter.  


Sebisa mungkin tetap berikan ASI eksklusif untuk anak. Namun, jika produksi air susu tidak dapat memenuhi kebutuhannya, sebaiknya mintalah bantuan donor ASI dan minimalkan penggunaan susu formula pada bayi.


(Maghfira Farhana, foto: Yanalya/ Freepik.com)


You Might Also LIke